Langsung ke konten utama

Pesan Ridwan Kamil bagi Pedemo: Jangan Anarkis dan Destruktif

Ridwan Kamil saat menemui pedemo di depan Gedung Sate. (Foto: Mukhlis Dinillah)


Bandung - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengimbau mahasiswa dan elemen lainnya yang akan menggelar aksi demo untuk tetap mematuhi aturan yang berlaku. Pihaknya meminta massa untuk menghargai dan menghormati hak masyarakat lainnya.

Sebagaimana diketahui, Senin (30/9/2019) besok, dikabarkan akan ada aksi demo dari mahasiswa. Mereka akan kembali menyuarakan penolakannya atas disahkannya UU KPK, RUKHP yang dinilai penuh pasal kontroversial dan tuntutan lainnya.

"Yang pertama apapun yang dilakukan harus mengutamakan koridor aturan hukum," ucap pria yang karib disapa Emil itu di Gedung Sate, Kota Bandung, Minggu (29/9/2019).

Baca juga: Ridwan Kamil Janji Bawa Aspirasi Demonstran ke Pemerintah Pusat

Menurut dia, bentrokan yang terjadi antara para pendemo dan aparat kepolisian disebebkan adanya aturan yang dilanggar dalam proses penyampaian pendapat. Sehingga terjadi dinamika yang menimbulkan kericuhan.

"Semua terjadi dinamika karena ada aturan-aturan yang dilanggar oleh yang melakukan (aksi) bahkan yang mengawasi," ucapnya.

Dia mengimbau, semua pihak untuk bisa menahan diri. Selain itu aksi demo yang dilakukan tetap harus menjaga kondusifitas keamanan serta menghargai hak masyarakat lain.

"Jangan anarkis, jangan destruktif. Hargai hak orang lain yang juga punya hak dalam kelancaran sehari-harinya," ucapnya.

Baca juga: Soal Suami Perkosa Istri, Contoh Kasus Pamen TNI Ini

Emil juga berharap berbagai masalah yang sedang menerpa negeri ini bisa segera ada penyelesaiannya. Mulai dari masalah Papua dan sejumlah masalah lainnya yang kini sedang terjadi.

"Banyak dinamika, kita doakan, mudah-mudahan ada solusi permasalahan di Papua, Jakarta dan lain-lain," ujarnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Profil Friedrich Silaban, Arsitek Masjid Istiqlal Penganut Kristen Protestan

Arsitek Friedrich Silaban yang merancang Masjid Istiqlal Jakarta. Foto: thejourney.home.co.id JAKARTA  -  Masjid Istiqlal  merupakan salah satu simbol Kemerdekaan RI. Namun uniknya, Masjid Istiqlal dirancang oleh  arsitek  penganut Kristen Protestan Friedrich Silaban.  Masjid Istiqlal dibangun setelah kemerdekaan. Para tokoh Islam berkumpul untuk mencetuskan ide mendirikan sebuah masjid. Mereka antara lain Wahid Hasyim, Agus Salim, Anwar Tjokroaminoto, dan berbagai elemen masyarakat. Baca juga:  Benteng Bastion Frederick Hendrik: Simbol Kolonial yang Diruntuhkan Bung Karno   Setahun kemudian, tepatnya 7 Desember 1954, dibentuklah yayasan yang difungsikan sebagai panitia pendirian masjid. Sebelumnya, telah disepakati nama istiqlal sebagai nama masjid, dimana dalam bahasa Arab memiliki arti Kemerdekaan. Masjid yang terletak di bekas Taman Wilhelmina, sisi Timur Lapangan Medan Merdeka yang di tengahnya berdiri Monumen Nasional (Monas), merupakan sala...

Longsor terjadi di enam titik kawasan Parongong, 

Longsor di kawasan Parongpong Bandung Barat. (Foto: Rachmadi Rasyad) Bandung Barat  - Longsor terjadi di enam titik kawasan Parongong, Kabupaten Bandung Barat, akibat hujan intensitas tinggi yang mengguyur sejak hari Jumat hingga Minggu. Lokasi longsor berada tersebar di lima RW yang masuk wilayah Desa Ciwaruga. Bencana longsor itu terjadi di RW 8, 5, 7, 20, dan 6. Pantauan di lokasi, Senin (17/12/2018), titik longsor paling parah melanda RW 7 karena mengakibatkan akses terputus. Saat ini, beberapa meter dari titik longsor telah dipasang pembatas yang menandakan bahwa jalan dilarang dilewati kendaraan. Uus (40), warga RT 1 RW 7, menuturkan longsor di RW 7 selain mengakibatkan akses jalan terputus, juga menghambat pasokan air bersih bagi warga karena saluran pipa air tertimbun oleh reruntuhan tanah. "Air warga desa terganggu karena pipa tertimbun," kata dia di lokasi. Uus menyebut petugas BPBD Kabupaten Bandung Barat pagi tadi telah meninjau langsung ke lokasi bencana. ...

Dianggap Menista Agama, 'Pernikahan Pria dengan Domba' Diadukan ke Polisi.

Video viral pria menikahi domba di Gresik. (Jemmi Purwodianto/detikJatim) Jakarta  -  Geger pernikahan seorang pria dengan domba di Gresik,  Jawa Timur . Pernikahan itu diadukan ke polisi. Video pria menikahi domba itu diunggah di YouTube 'rey toet tv' berjudul 'Viral! Pernikahan Pria Asal Gresik Menikahi Seekor Domba katanya Dapat Wangsit'. Pengunggah video menyebut pernikahan itu hanya demi konten. Namun sekelompok orang yang menamakan diri Wong Cerdas (WC) Gresik mendatangi Mapolres Gresik. Mereka mengadukan seluruh pihak terlibat 'pernikahan manusia dengan domba' ke polisi. Baca juga: Heboh Video Viral Pria Menikahi Domba di Gresik Pimpinan WC Gresik, Abdullah Syafii, mengatakan pernikahan dalam konten tersebut telah menistakan agama. Syafii juga menyebut proses pernikahan manusia dengan domba itu seolah-olah dilakukan secara Islam. "Silakan melakukan klarifikasi apa pun bentuknya, itu hak mereka. Meski konten belaka, kalau soal penistaan atau pelecehan...