Langsung ke konten utama

Ridwan Kamil: Masya Allah, Jasad Eril Wangi dan Masih Utuh

Ridwan Kamil: Masya Allah, Jasad Eril Wangi dan Masih Utuh

Jum'at, 10 Juni 2022 - 09:40 WIB
Ridwan Kamil: Masya Allah, Jasad Eril Wangi dan Masih Utuh
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengucap syukur masih diberi kesempatan memeluk, membelai, dan memandikan jenazah sang anak, Emmeril Kahn Mumtadz alias Eril. Foto/Istimewa

JAKARTA - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamilmengucap syukur jenazah sang anak, Emmeril Kahn Mumtadz alias Eril akhirnya ditemukan usai dinyatakan hanyut terseret arus di Sungai Aare, Swiss. Kang Emil masih diberi kesempatan memeluk, membelai, dan memandikan jenazah putra sulungnya.

"ALHAMDULILLAH. Akhirnya Allah SWT memberikan kesempatan saya untuk kembali memeluk, membelai dan memandikan anak saya sesuai syariat Islam, juga mengadzankan dengan sempurna di telinganya persis seperti saat Eril lahir," ujar dia dalam unggahan di akun Instagram @ridwankamil, Jumat (10/6/2022). Baca juga: Sang Kekasih Nabila Ishma Tulis Pesan Mengharukan setelah Jenazah Eril Ditemukan 

Kang Emil menuturkan sudah 14 hari lewat setelah Eril dikabarkan hilang terseret arus jasadnya masih dalam keadaan utuh. Ajaibnya, Kang Emil mengungkapkan jasad Eril juga dalam kondisi wangi.

"MASYA ALLAH. Walau sudah lewat 14 hari, jasadnya masih utuh lengkap tidak kurang satu apa pun, wajah rapih menengok ke kanan dan saya bersaksi, jasad Eril wangi seperti wangi daun eucalyptus. Sungguh mukjizat kecil yang sangat kami syukuri," tuturnya. 



Meski dalam kondisi berduka atas berpulangnya sang anak, namun Ridwan Kamil tetap bersyukur kepada Allah SWT karena telah mensucikan jasad putranya. 


"Maha Besar Allah, atas ijin-Mu, selama 14 hari sungai Aare benar-benar melindungi dan mensucikan jasadnya dari marabahaya. Hai Eril, saatnya kamu pulang ke tanah air, untuk menghaturkan terima kasih kepada jutaan yang mendoakanmu," tutupnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, jenazah Emmeril Kahn Mumtadz atau Eril, anak Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil ditemukan di Bendungan Engehalde. Seperti diketahui, Eril terseret arus Sungai Aare, Swiss pada Kamis, 26 Mei 2022. 

"Pada Rabu pagi, seorang pria tak bernyawa ditemukan dari Aare di bendungan Engehalde di Bern. Almarhum merupakan WNI yang mengalami kecelakaan di kawasan Aare pada 26 Mei 2022,” demikian pernyataan dari rilis Kepolisian Bern dikutip SINDOnews, Kamis (9/6/2022). 

Dalam rilis tersebut dijelaskan, pada Rabu 8 Juni 2022, sekitar pukul 06:50 waktu setempat, polisi wilayah Bern mendapat laporan mengenai temuan seorang pria tak bernyawa tergeletak di Bendungan Engehalde di Bern. Polisi maritim Bern kemudian menyelamatkannya. Baca juga: Jenazah Eril Ditemukan, Kepolisian Bern Tutup Penyelidikan

“Dari pemeriksaan forensik yang dilakukan, diketahui bahwa jenazah merupakan WNI yang hilang di Aare sejak Kamis, 26 Mei 2022. Pria berusia 22 tahun itu berenang di sungai dan mengalami keadaan darurat. Dia tenggelam akibat kecelakaan ini,” katanya.
(kri)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bejat, Kakek di Bandung Cabuli Anak Tirinya yang ABK

Foto: Dony Indra Ramadhan Bandung  - Bejat kelakuan kakek di Bandung ini. YS (62) tega mencabuli dan menyetubuhi anak tirinya. Mirisnya, korban nafsunya itu seorang anak berkebutuhan khusus.  YS menyetubuhi anaknya itu sebanyak dua kali. Seluruh aksinya dilakukan di kediaman mereka di kawasan Hegarmanah, Kecamatan Cidadap, Kota Bandung.  "Tersangka ini melakukan pencabulan terhadap anak tirinya yang mana merupakan anak kandung dari istrinya," ucap Kasatresrkim Polrestabes Bandung AKBP M Rifai di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Minggu (25/8/2019).  Rifai mengatakan YS sudah dua kali melakukan perbuatan tak senonohnya itu kepada anaknya. Awal perbuatannya dilakukan pada tahun 2012 silam.  "Setelah kita melakukan penyelidikan, ternyata sudah dari 2012 yang pertama. Nah yang terakhir bulan Juli 2019," katanya.  Rifai menuturkan YS diduga memanfaatkan situasi. Sebab korban yang kini sudah berusia 27 tahun itu memang merupakan anak berke...

Dianggap Menista Agama, 'Pernikahan Pria dengan Domba' Diadukan ke Polisi.

Video viral pria menikahi domba di Gresik. (Jemmi Purwodianto/detikJatim) Jakarta  -  Geger pernikahan seorang pria dengan domba di Gresik,  Jawa Timur . Pernikahan itu diadukan ke polisi. Video pria menikahi domba itu diunggah di YouTube 'rey toet tv' berjudul 'Viral! Pernikahan Pria Asal Gresik Menikahi Seekor Domba katanya Dapat Wangsit'. Pengunggah video menyebut pernikahan itu hanya demi konten. Namun sekelompok orang yang menamakan diri Wong Cerdas (WC) Gresik mendatangi Mapolres Gresik. Mereka mengadukan seluruh pihak terlibat 'pernikahan manusia dengan domba' ke polisi. Baca juga: Heboh Video Viral Pria Menikahi Domba di Gresik Pimpinan WC Gresik, Abdullah Syafii, mengatakan pernikahan dalam konten tersebut telah menistakan agama. Syafii juga menyebut proses pernikahan manusia dengan domba itu seolah-olah dilakukan secara Islam. "Silakan melakukan klarifikasi apa pun bentuknya, itu hak mereka. Meski konten belaka, kalau soal penistaan atau pelecehan...

Profil Bripda Nindy, Polwan Cantik Polda Metro Jaya yang Jago Menyanyi

Bripda Nindya Pratiwi. Foto/Istimewa  - Bripda Nindy memiliki nama lengkap Bripda Nindya Pratiwi.  Polisi wanita  yang sekarang bertugas di Direktorat Lalu Lintas  Polda Metro Jaya ini mulai dikenal publik karena suara merdunya dan berperawakan cantik. Apalagi setelah unggahan videonya yang menyanyikan lagu Salahkah Aku Terlalu Mencintaimu milik duo group Ratu mendapatkan banyak pujian dari netizen. Selain memiliki suara yang bagus, Bripda Nindy hobi bernyanyi serta jago bermain gitar karena dipengaruhi ayahnya.  Baca juga:  Profil Polwan Cantik Bripda Ricca, Anggota Polantas Polda Metro yang Banyak Prestasi di Dunia Modeling   Bahkan, Nindy menjadi polisi wanita juga karena terinspirasi dari ayahnya yang menjadi reserse. Nindy tergabung dalam grup musik polisi Cakra Metro Band sebagai vokalis. Untuk tergabung dalam grup ini tidak mudah karena harus melewati seleksi terlebih dahulu.  Grup Cakra Metro Band juga sering memberikan sosialisasi lalu li...