Langsung ke konten utama

Sambut HUT RI, Komunitas Ontel Keliling Bandung

Sambut HUT RI, Komunitas Ontel Keliling Bandung


YD1JNI

Yachya Yusliha

Pegiat sepeda tua ini rutin berkumpul setiap Rabu di depan Gedung Merdeka, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung. (Fadil Muhammad)

Bandung - Sekelompok pria berpakaian ala pejuang Indonesia berkumpul di Gedung Merdeka, Jalan Merdeka, Kota Bandung. Diiringi alunan musik bandlegendaris The Beatles dan Koes Plus, mereka berdiri di depan barisan ontel yang terpasang Merah-Putih.

Kelompok ini bernama Grup Ulin. Mereka masih bagian dari komunitas ontel terbesar di Indonesia, yaitu Paguyuban Sapedah Baheula Bandung, yang terbentuk sejak 2005.

Menyambut HUT ke-74 Republik Indonesia, Ali Sugianta (63), koordinator Grup Ulin, bersama rekan-rekannya berkeliling Bandung sambil berdandan seperti pejuang kemerdekaan. Mereka tampil bertopi serta menyematkan logo bendera Indonesia. Ontel dihiasi berbagai bentuk bendera Indonesia.

"Kumpul jam delapan, jam sebelas kita keliling (pakai sepeda). Kebetulan juga ada teman kami yang sakit di Bandung Selatan, kita akan menengok," tutur pria berkacamata hitam tersebut, Rabu (14/8/2019).

Kelompok ini bernama Grup Ulin. Mereka masih bagian dari Paguyuban Sapedah Baheula Bandung. (Fadil Muhammad)

Ali dan komunitasnya menitipkan pesan untuk warga Indonesia bertepatan HUT ke-74 Republik Indonesia pada 17 Agustus mendatang. "Mudah-mudahan Indonesia lebih bersatu. NKRI harga mati," ucap Ali.

Ia menjelaskan anggota Komunitas Paguyuban Sapedah Baheula terdiri atas berbagai kalangan, mulai anak SD hingga pensiunan berumur 80 tahun. Untuk mengisi kegiatan di luar komunitas sepeda, mereka membentuk sebuah grup tersendiri.

Pegiat sepeda tua ini rutin berkumpul setiap Rabu di depan Gedung Merdeka. Anggota Grup Ulin dinaungi sejumlah pensiunan yang tersebar di berbagai penjuru Bandung.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Profil Friedrich Silaban, Arsitek Masjid Istiqlal Penganut Kristen Protestan

Arsitek Friedrich Silaban yang merancang Masjid Istiqlal Jakarta. Foto: thejourney.home.co.id JAKARTA  -  Masjid Istiqlal  merupakan salah satu simbol Kemerdekaan RI. Namun uniknya, Masjid Istiqlal dirancang oleh  arsitek  penganut Kristen Protestan Friedrich Silaban.  Masjid Istiqlal dibangun setelah kemerdekaan. Para tokoh Islam berkumpul untuk mencetuskan ide mendirikan sebuah masjid. Mereka antara lain Wahid Hasyim, Agus Salim, Anwar Tjokroaminoto, dan berbagai elemen masyarakat. Baca juga:  Benteng Bastion Frederick Hendrik: Simbol Kolonial yang Diruntuhkan Bung Karno   Setahun kemudian, tepatnya 7 Desember 1954, dibentuklah yayasan yang difungsikan sebagai panitia pendirian masjid. Sebelumnya, telah disepakati nama istiqlal sebagai nama masjid, dimana dalam bahasa Arab memiliki arti Kemerdekaan. Masjid yang terletak di bekas Taman Wilhelmina, sisi Timur Lapangan Medan Merdeka yang di tengahnya berdiri Monumen Nasional (Monas), merupakan sala...

Longsor terjadi di enam titik kawasan Parongong, 

Longsor di kawasan Parongpong Bandung Barat. (Foto: Rachmadi Rasyad) Bandung Barat  - Longsor terjadi di enam titik kawasan Parongong, Kabupaten Bandung Barat, akibat hujan intensitas tinggi yang mengguyur sejak hari Jumat hingga Minggu. Lokasi longsor berada tersebar di lima RW yang masuk wilayah Desa Ciwaruga. Bencana longsor itu terjadi di RW 8, 5, 7, 20, dan 6. Pantauan di lokasi, Senin (17/12/2018), titik longsor paling parah melanda RW 7 karena mengakibatkan akses terputus. Saat ini, beberapa meter dari titik longsor telah dipasang pembatas yang menandakan bahwa jalan dilarang dilewati kendaraan. Uus (40), warga RT 1 RW 7, menuturkan longsor di RW 7 selain mengakibatkan akses jalan terputus, juga menghambat pasokan air bersih bagi warga karena saluran pipa air tertimbun oleh reruntuhan tanah. "Air warga desa terganggu karena pipa tertimbun," kata dia di lokasi. Uus menyebut petugas BPBD Kabupaten Bandung Barat pagi tadi telah meninjau langsung ke lokasi bencana. ...

Dianggap Menista Agama, 'Pernikahan Pria dengan Domba' Diadukan ke Polisi.

Video viral pria menikahi domba di Gresik. (Jemmi Purwodianto/detikJatim) Jakarta  -  Geger pernikahan seorang pria dengan domba di Gresik,  Jawa Timur . Pernikahan itu diadukan ke polisi. Video pria menikahi domba itu diunggah di YouTube 'rey toet tv' berjudul 'Viral! Pernikahan Pria Asal Gresik Menikahi Seekor Domba katanya Dapat Wangsit'. Pengunggah video menyebut pernikahan itu hanya demi konten. Namun sekelompok orang yang menamakan diri Wong Cerdas (WC) Gresik mendatangi Mapolres Gresik. Mereka mengadukan seluruh pihak terlibat 'pernikahan manusia dengan domba' ke polisi. Baca juga: Heboh Video Viral Pria Menikahi Domba di Gresik Pimpinan WC Gresik, Abdullah Syafii, mengatakan pernikahan dalam konten tersebut telah menistakan agama. Syafii juga menyebut proses pernikahan manusia dengan domba itu seolah-olah dilakukan secara Islam. "Silakan melakukan klarifikasi apa pun bentuknya, itu hak mereka. Meski konten belaka, kalau soal penistaan atau pelecehan...